Rabu, 29 April 2009

KERIPIK NANAS

Buah nanas selain dikonsumsi segar, juga dapat diolah lebih lanjut menjadi berbagai ragam bentuk makanan dan minuman. Pengolahan ragam bentuk makanan dan minuman nanas dapat dilakukan dalam skala rumah tangga
Kripik adalah makanan ringan (snack food) yang tergolong jenis makanan crackers, yaitu makanan yang bersifat kering, renyah (crispy), dan kandungan lemaknya tinggi. Berikut ini disampaikan cara pembuatan kripik nanas.
Bahan yang diperlukan :
Ø Nanas
Ø Sorbitol
Alat yang dibutuhkan :
Ø Bak/wadah pencuci
Ø Pisau pemotong
Ø Bak/wadah perendam
Ø Rak peniris
Ø Vakum frying
Ø Spinner


Cara pembuatan
Ø Kupas nanas dan cuci sampai bersih. Kemudian iris melintang ukuran 1 cm x 2 cm dengan ketebalan sekitar 3 mm.
Ø Rendam irisan nanas dalam sorbitol dengan perbandingan 4 : 1 selama 10 menit, lalu tiriskan sekitar 2 menit.
Ø Goreng nanas dalam vakum frying pada tekanan 65 cmHg, suhu 95 0C selama 45 menit.
Ø Tiriskan dan dinginkan dalam spinner selama 5 menit. Setelah itu kripik dikemas atau dihidangkan.

Jumat, 24 April 2009

Permen yang Keras atau Lunak?

Permen sangat lekat dengan keseharian kita, terutama anak-anak. Bagi mereka, permen merupakan makanan kecil yang mengasyikkan. Apalagi dengan bentuk, warna serta rasa yang beragam. Secara umum, permen yang banyak beredar di kalangan masyarakat berjenis permen keras (hard candy) dan lunak (soft candy).

Permen keras adalah permen yang padat teksturnya. Dimakan dengan cara menghisap. Permen jenis ini larut bersama air liur. Menurut Dosen Teknologi Pangan IPB, Joko Hermanianto, pada permen keras yang perlu ditelisik di antaranya adalah bahan baku utamanya, berupa glukosa.
Glukosa ini merupakan hasil dari hidrolisa pati (tepung). Dalam proses hidrolisa produsen biasanya menggunakan enzim. Bisa berasal dari hewan juga bisa diperoleh melalui mikroorganisme. ”Enzim yang berasal dari hewan memiliki titik kritis kehalalan. Karena kita harus mengetahui jenis hewan, dari mana enzim itu berasal,” katanya kepada Republika di Bogor, Selasa (8/6).

Tak hanya itu. Perisa atau flavour yang kerap digunakan dalam industri pangan mesti pula menjadi perhatian. Apalagi keberadaan perisa ini akan memberikan daya tarik. Sebab aneka rasa dapat menjadi penarik bagi anak-anak untuk mengonsumsinya. Namun tak jarang produsen menggunakan alkohol sebagai pelarutnya.

Sementara permen lunak ditandai dengan teksturnya yang lunak. Jenis permen ini bukan untuk dihisap melainkan dikunyah. Berdasarkan bahan campurannya, permen lunak terbagi menjadi tiga jenis. Ketiga bahan tersebut adalah gum, carragenan (rumput laut) dan gelatin.
Gum merupakan produk turunan dari tanaman. Dalam produk permen lunak ini, dikenal chewing gum. Produsen permen karet menggunakan gum supaya permen tersebut liat. Hingga permen ini dapat dinikmati dengan mengunyahnya.

Sedangkan carragenan merupakan produk olahan dari rumput laut. Seperti gum, bahan campuran ini dapat pula membuat makanan menjadi lembut dan kenyal. Pada umumnya, carragenan ini memang banyak ditambahkan pada agar-agar atau puding. Seperti gum dan carragenan, gelatin kerap ditambahkan pada makanan.

Gelatin dipandang memiliki kelebihan jika dibandingkan dengan dua bahan campuran di lainnya. Karena gelatin ternyata memiliki kekenyalan yang khas. Tak heran jika kemudian gelatin lebih disukai oleh produsen sebaga bahan campuran produknya. Sayangnya, sebagian besar sebagian besar gelatin merupakan produk turunan dari hewan. Terutama babi. Selain kekenyalan yang khas, gelatin dari babi juga dianggap lebih murah dibandingkan bahan lainnya. Namun belakangan gelatin dari sapi pun sudah mulai dibuat. Namun kehalalnya juga masih harus terus dipantau.

Dengan kenyataan yang ada, kata Joko Hermanianto, masyarakat memang harus selalu kritis. Apalagi produk permen baik yang keras maupun lunak, merupakan makanan yangs sangat digemari oleh anak-anak. Mereka harus mampu membimbing anak-anaknya. Jangan hanya memilih produk permen karena memang disukai anak-anaknya namun status kehalalannya diragukan.

Meski demikian, ia menyatakan bahwa sekarang ini banyak orang tua yang semakin peduli masalah status kehalalan sebuah produk. Termasuk makanan atau minuman yang disukai oleh anak-anaknya. ”Status kehalalan memang harus selalu dicermati karena banyak makanan bagi anak-anak yang memiliki kerawanan atas kehalalannya,” tandasnya. (http://www.halalguide.info)

Kamis, 16 April 2009

Inilah 5 Merek Abon & Dendeng Mengandung Babi

JAKARTA - Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyebutkan lima merek olahan pangan industri rumah tangga (PIRT) yang positif DNA mengandung babi.

Berikut lima merek abon dan dendeng sapi yang mengandung daging babi yang telah diperiksa dengan menggunakan The real-time PCR (polymerase chain reaction), seperti yang diumumkan oleh Kepala BPOM Husniah Rubiana Thamrin.

1. Dendeng cap kepala sapi 250 gram dengan produsen tidak diketahui.
2. Abon dan dendeng sapi cap Limas 100 gram dengan produsen fiktif.
3. Abon dan dendeng rasa sapi asli cap A.C.C yang produsennya tidak diketahui.
4. Dendeng sapi Istimewa merek Beef Jekrey "Lezat" diproduksi oleh MDC Food Surabaya.
5. Dendeng sapi Istimewa No. 1 cap 999 diproduksi S. Hendropurnomo Malang.

Husniah mengatakan, dendeng sapi tersebut termasuk olahan pangan industri rumah tangga (PIRT), yang izin edarnya dikeluarkan oleh pemerintah daerah setempat.

"Sehingga penarikan dan pemusnahannya dilakukan oleh pemda," ujarnya saat ditemui di Kantor BPOM Jalan Percetakan Negara 23, Kamis (16/4/2009).

BPOM juga berkoordinasi dengan Pemda tentang olahan rumah tangga, guna melindungi masyarakat dari produk. Dia menambahkan, bagi yang menemukan dapat berikan informasi ke Badan Pom melalui unit pelayanan konsumen, dengan nomor telepon (021) 426 3333 - 321 99000.(nov)
(sumber: http://news.okezone.com)

Selasa, 07 April 2009

Sagu

Sentra penanaman sagu di dunia adalah Indonesia dan Papua Nugini, yang diperkirakan luasan budi daya penanamannya mencapai luas 114.000 ha dan 20.000 ha. Sedangkan luas penanaman sagu sebagai tanaman liar untuk kedua negara tersebut diperkirakan mencapai 2.000.000 ha. Adapun sentra penanaman tanaman sagu di Indonesia adalah Irian Jaya, Maluku, Riau, Sulawesi Tengah dan
Kalimantan.

Tanaman sagu (Metroxylon sagu Rottb.) merupakan jenis tanaman palma yang tumbuh di sekitar rawa dan lahan tergenang air di daerah tropis. Tanaman ini mempunyai nilai penting karena merupakan tanaman pangan penghasil pati paling produktif (15- 25 ton pati kering/hektar/tahun) dan penggunaan pati sagu dalam bidang industri yang sangat beragam (Flach, 1997). Kandungan pati terdapat di dalam batang tanaman dewasa. Selain dijadikan sebagai bahan makanan, pati sagu juga dimanfaatkan dalam bidang industri seperti bioetanol, sirup berkadar fruktosa tinggi, plastik terurai-hayati, dan bahan perekat (Flach, 1997).

MANFAAT TANAMAN

a) Pelepahnya dipakai sebagai dinding atau pagar rumah.
b) Daunnya untuk atap.
c) Kulit atau batangnya merupakan kayu bakar yang bagus.
d) Aci sagu (bubuk yang dihasilkan dengan cara mengekstraksi pati dari umbi atau empulur batang) dapat diolah menjadi berbagai makanan.
e) Sebagai makanan ternak.
f) Serat sagu dapat dibuat hardboard atau bricket bangunan bila dicampur semen.
g) Dapat dijadikan perekat (lem) untuk kayu lapis.
h) Apabila rantai glukosa dalam pati dipotong menjadi 3-5 rantai glukosa (modifief starch) dapat dipakai untuk menguatkan daya adhesive dari proses pewarnaan kain pada industri tekstil.
i) Dapat diolah menjadi bahan bakar metanol-bensin.

Panen
Ciri Dan Umur Panen

Panen dapat dilakukan mulai umur 6-7 tahun, atau bila ujung batang mulai membengkak disusul keluarnya selubung bunga dan pelepah daun berwarna putih
terutama pada bagian luarnya. Tinggi pohon 10-15 m, diameter 60-70 cm, tebal kulit luar 10 cm, dan tebal batang yang mengandung sagu 50-60 cm. Ciri pohon sagu siap panen pada umumnya dapat dilihat dari perubahan yang terjadi pada daun, duri, pucuk dan batang.

Cara Panen
a) Dilakukan pembersihan untuk membuat jalan masuk ke rumpun dan pembersihan batang yang akan dipotong untuk memudahkan penebangan dan pengangkutan hasil tebangan.
b) Sagu dipotong sedekat mungkin dengan akarnya. Pemotongan menggunakan kampak/mesin pemotong (gergaji mesin).
c) Batang dibersihkan dari pelepah dan sebagian ujung batangnya karena acinya rendah, sehingga tinggal gelondongan batang sagu sepanjang 6-15 meter. Gelondongan dipotong-potong menjadi 1-2 meter untuk memudahkan pengangkutan. Berat 1 gelondongan adalah ±120 kg dengan diameter 45 cm dan tebal kulit 3,1 cm.

Periode Panen
Pemanenan kedua dilakukan dengan jangka waktu ± 2 tahun.

Prakiraan Produksi

Perkiraan hasil yang paling mendekati kenyataan pada kondisi liar dengan produksi
40-60 batang/ha/tahun dengan jumlah empulur 1 ton/batang, dengan kandungan aci
sagu 18,5%, dapat diperkirakan hasil per hektar per tahun adalah 7-11 ton aci sagu kering. Secara teoritis, dari satu batang pohon sagu dapat dihasilkan 100-600 kg aci sagu kering. Rendemen total untuk pengolahan yang ideal adalah 15%.

PASCAPANEN
Pengumpulan
a) Gelondongan yang telah dipotong dapat langsung dibawa ke parit/sumber air terdekat, kemudian langsung ditokok/diekstraksi.
b) Atau gelondongan dialirkan lewat kanal lalu dihalau/dihanyutkan menuju tempat pengolahan.
c) Sagu-sagu yang dihanyutkan ditangkap dengan jala-jala yang diletakkan pada sebuah ban pengangkut barang.
d) Ban tersebut akan membawa gelondongan ke pabrik.
e) Kalau ada jalan darat yang memadai, pengangkutan menggunakan truk atau gerobak.

Pengambilan Aci Sagu
a) Cara Maluku:
1. Potongan pohon sagu dibelah dua.
2. Belahan pohon sagu ditokok dengan suatu alat yang disebut "nani". Caranya empulur ditetak-tetak sedikit demi sedikit dari salah satu ujung sampai ke pangkalnya. Empulur dijaga jangan sampai kering.
3. Hasil tokokan empulur yang disebut "ela", dikumpulkan, kemudian disaring.
4. Di tempat penyaringan, ela disiram dengan air bersih, maka aci akan keluar bersamaan dengan air siraman, selanjutnya disaring dalam "goti".
5. Air siraman ela yang diperoleh, diendapkan. Hasil endapan dipisahkan dari air yang sudah mulai jernih, sehingga diperoleh aci sagu basah.
6. Aci sagu dimasukkan dalam "tumang" atau "tappiri" (suatu wadah dari batang sagu), untuk disimpan atau diproses lebih lanjut.

b) Cara Fabrikasi:
Semua pabrik pengambil empulur mengguankan pemarut silinder yang
disambungkan pada motor, sedangkan di Serawak digunakan pemarut Cakera
(dari Jerman) yang besar. Setelah diperoleh “ela”, lalu diproses menjadi zat
tepung seperti pengambilan pati yang dilakukan pabrik tapioka biasa, yaitu
dengan menggunakan sistem pemisah zat tepung dari ampas secara sentrifugal.
Kapasitas produksi pabrik tersebut berkisar antara 1-10 pokok/hari.

Pemutihan Aci Sagu
1. Dibuat larutan kaporit 3%, caranya 300 gram kaporit dilarutkan dalam 10 liter air bersih.
2. Aci sagu dimasukkan dalam larutan kaporit dengan perbandingan 1 bagian tepung 2 bagian larutan kaporit.
3. Larutan diaduk sampai homogen, kira-kira selama 1 menit, kemudian diendapkan dan didiamkan selama 1/2 jam.
4. Cairan bening yang terdapat pada bagian atas tepung dikeluarkan dan ditampung pada ember lain, cairan ini masih dapat digunakan untuk mencuci 2-3 kali lagi.
5. Netralkan aci sagu tersebut dengan memasukkan air bersih dalam aci lalu diaduk sampai rata kira-kira selama 1 menit.
6. Sebelum larutan aci dalam ember tenang, larutan itu segera disaring lalu diendapkan. Cairan bagian atas dibuang kemudian ditambah air lagi, diaduk, diendapkan, cairan bening dibuang. Pekerjaan ini diulang 3-4 kali sampai bau kaporit hilang.
7. Aci sagu yang sudah tampak putih dan tidak berbau kaporit segera dikeringkan pada para-para yang dialasi plastik, sampai kering.

http://www.ristek.go.id

Nanas

Nanas adalah buah tropis dengan daging buah berwarna kuning memiliki kandungan air 90% dan kaya akan Kalium, Kalsium, lodium, Sulfur, dan Khlor. Selain itu juga kaya Asam, Biotin, Vitamin B12, Vitamin E serta Enzim Bromelin. Nanas termasuk komoditas buah yang mudah rusak, susut, dan cepat busuk. Oleh karena itu, seusai panen memerlukan penanganan pasca panen, salah satunya dengan pengolahan. Selain menyelamatkan hasil panen, pengolahan buah nanas juga dapat memperpanjang umur simpan, diversifikasi pangan dan meningkatkan kualitas maupun nilai ekonomis buah tersebut. Produk olahan nanas dapat berupa makanan dan minuman, seperti selai, cocktail, sirup, sari buah, keripik hingga manisan buah kering. Sari buah nanas adalah cairan yang diperoleh dari proses ekstraksi buah nanas. Sari buah tersebut terbagi dua, ada yang dapat diminum langsung dan ada yang difermentasi menjadi minuman kesehatan. Buah nanas mengandung vitamin (A dan C), Kalsium, Fosfor, Magnesium, Besi, Natrium, Kalium, Dekstrosa, Sukrosa (gula tebu), dan Enzim Bromelain. Bromelain berkhasiat antiradang, membantu melunakkan makanan di lambung, mengganggu pertumbuhan sel kanker, menghambat agregasi platelet, dan mempunyai aktivitas fibrinolitik. Kandungan seratnya dapat mempermudah buang air besar pada penderita sembelit (konstipasi). Daun mengandung kalsium oksalat dan pectic substances.

KHASIAT SARI BUAH NANAS
Antioksidan Alami
Mengkonsumsi sari buah nanas akan meningkatkan protein dalam tubuh. Nanas juga dapat digunakan untuk mengurangi dehidrasi. Harus diakui, banyak di antara kita belum menyadarl manfaat di balik buah nanas yang lezat ini. Bahkan, buah berduri ini sering dituduh sebagai penyebab keputihan dan mengakibatkan keguguran kehamilan bila dikonsumsi buahnya yang masih muda. Tak haran banyak perempuan malas makan nanas. Padahal, riset terkini menunjukkan nanas sarat dengan antioksidan dan fitokimia yang berkhasiat mengatasi penuaan dini, wasir, kanker, serangan jantung, dan penghalau stres.

Tubuh manusia kini amat rentan terhadap pengaruh radikal bebas yang bersumber dari sinar ultraviolet, asap bermotor, dan bahan pengawet makanan, dll. Jika radikal bebas sudah terbentuk dalam tubuh maka akan terjadi reaksi berantai dan menghasilkan radikal bebas baru yang akhirnya jumlahnya terus bertambah. Selanjutnya, akan menyerang sel-sel tubuh sehingga terjadilah berbagai penyakit.

Hasil penelitian ilmiah menunjukkan kandungan senyawa fenolik antara lain Myricetin, Quercitin, Tyramine, dan Ferulic Acid pada buah nanas mampu meredam reaksi berantai radikal bebas dalam tubuh, yang pada akhirnya dapat menekan terjadinya penyakit kanker. Berbagai antioksidan alami ini diyakini amat ampuh menghentikan radikal bebas sehingga tak berkeliaran mencari asam lemak tak jenuh dalam set.

Mencegah Katarak
Hal yang sama dilakukan vitamin antioksidan Asam Askorbat dan Betakarotenoid yang menstabilkan membran sel lensa (mata) dan mempertahankan konsentrasi glutation tereduksi. Dengan demikian, dapat mencegah reaksi oksidasi lipid pada membran sel lensa sehingga kita dapat terhindar dari katarak. Mempercepat Penyembuhan Luka Bromelin yang secara alami ada dalam buah nanas juga diyakini dapat mempercepat penyembuhan luka operasi serta pembengkakan dan nyeri sendi. Bagi penderita wasir atau ambeien dianjurkan mengonsumsi buah nanas 4-5 kali setiap hari karena Bromelin dapat menghentikan pendarahan dan serat yang dikandung dapat memperlancar buang air besar.

Mencegah Stres
Lebih luar biasa lagi, menurut Wen dan Wrolstad dari Jurusan Ilmu dan Teknologi Pangan, Oregon State University (2002) melaporkan sari buah nanas memiliki kandungan Serotonin sekitar 1,7-3,15 miligram/100 gram. Serotonin ini selain berperan mencegah kanker juga dapat menghalau stres. Perlu diketahui bahwa stres berlangsung lama dan berlebihan bisa membahayakan sistem saraf. Agar tubuh mampu menghadapi stres yang kerap menghadang dalam kehidupan kita, maka kita berkewajiban memasok Serotonin ke dalam tubuh. Dengan mengonsumsi buah nanas 200 gram setiap hari secara teratur selama beberapa minggu, sehingga tubuh memperoleh manfaat ganda.

Selain kecukupan harian Vitamin C sekitar 60 miligram terpenuhi, tubuh yang sudah didakwa mengalami stres berat juga dapat normal kembali dan sekaligus dapat menurunkan kadar kolesterol darah sebesar 10 persen. Maka dengan lebih rajin mengonsumsi buah nanas, tubuh memiliki peluang untuk awet muda dan terhindar dari penyakit yang terkait dengan penuaan dini seperti stres, kanker, dan jantung koroner.

Jumat, 03 April 2009

Kedelai

Kedelai seperti yang telah kita ketahui bersama adalah sumber protein nabati yang dijadikan bahan pengganti sumber protein hewani. Protein yang terkandung dalam kedelai adalah 35% - 45%, lebih tinggi dibanding daging (19%), ikan segar (17%), jagung (9,2%), kacang hijau (22%) dan telur ayam (13%). Selain itu juga mengandung lemak 18-32% dan karbohidrat 12-30%. Kedelai banyak mengandung asam lemak tak jenuh yang berguna bagi kesehatan. Bagi orang dewasa yang umumnya membutuhkan sekitar 55 g protein hewani perhari, misalnya, hanya dengan mengkonsumsi sekitar 160 g kedelai, kebutuhan protein tersebut sudah terpenuhi.

Isoflavon & Kanker
Kedelai adalah bahan pangan unik karena mengandung isoflavon. Yaitu sejenis zat potensial untuk mencegah sejumlah penyakit kronis, seperti kanker payudar dan kanker prostat yang banyak diderita kaum laki-laki.

Dalam sejumlah uji klinis terbukti bahwa orang kulit putih 10 – 15 kali lebih tinggi kemungkinannya terkena kanker prostat, dibanding orang Jepang yang diketahui memang rajin makan tahu.

Isoflavon yang termasuk antioksidan polifenol, yang juga ditemukan pada sejumlah buah-buahan, kacang-kacangan dan teh. Antioksidan ini adalah zat yang dapat mencegah oksigen bergabung dengan zat lain yang dapat menimbulakan kerusakan pada sel-sel tubuh. Zat isoflavon yang merupakan jenis zat antioksidan yang terkandung dalam kedelai, terbukti mampu menetralisir radikal bebas akibat dari pengaruh lingkungan, radiasi, asap knalpot dan asap rokok. Dengan demikian, dapat disimpulkan bawa secara keseluruhan kedelai ini mempunyai berbagai nilai plus, yaitu :.
- Merupakan bahan alternatif asupan protein
- Merupakan pilihan utama bagi mereka yang rentan dan alergi terhadap susu sapi
- Merupakan pilihan yang cocok untuk mereka yang sedang menjalani diet rendah kalori
- Sangat tepat untuk dikonsumsi sebagai upaya mencegah kanker payudara bagi perempuan atau prostat bagi kaum lelaki.
- Bisa dimanfaatkan oleh yang ingin menghambat penuaan dini dan timbulnya kerutan di wajah dengan cara mengkonsumsinya dalam bentuk tahu maupun susu.Untuk sekedar informasi, beberapa resep tradisional bahkan telah memanfaatkan susu kedelai ini untuk masker wajah maupun untuk membuat kulit halus dan mulus.

Kedelai dapat diolah menjadi berbagai macam pangan seperti pangan fermentasi (tempe, tauco, kecap, natto), pangan non fermentasi (tahu, susu), minyak untuk pangan (minyak salad, minyak goreng, mentega putih, margarin) maupun minyak untuk industri (pengemulsi, penstabil, wetting agent), lesitin dan konsentrat protein (untuk es krim, yogurt, makanan bayi, industri farmasi), dan bungkilnya untuk pakan ternak.